Mau Gabung Bisnis Asuransi, Kenali Dengan Teliti Terlebih Dahulu

Untuk mengedukasi para siswa tentang risiko kejahatan asuransi, sebuah seminar tentang analisis risiko kejahatan tentang tanggung jawab jasa keuangan untuk asuransi diselenggarakan oleh Issa Unggul, Dewan Mahasiswa Departemen Hukum (BEM).

Nasrallah, Direktur Jasa Keuangan, d. Ganda Surya Satya, Dosen, JAP, SH, MH, Dr. Ketu Kendra, SPD, SH, MM, MH dan dewan perwakilan pemilih dan dewan penasihat, Dean Agung, SH, M

Berbicara dengan penyelia OZK Nasrallah, ada banyak masalah di industri asuransi antara pemilik asuransi dan perusahaan asuransi sejauh ini. Asuransi adalah layanan non-perbankan dan hanya menjual kewajiban yang dijamin sebelum pelanggan tertarik untuk membeli produk asuransi.

Masalah asuransi ini sangat rumit. Ini karena produk menjual jaminan yang baik, menjual kertas kepada pelanggan, harganya tidak naik, dan perusahaan asuransi membayar jika ada risiko. “Tanpa risiko, konsumen tidak akan mendapat apa-apa dan bunga akan menyebar di antara perusahaan asuransi dan konsumen,” kata Nasrallah dari Universitas Isung Guru di Jakarta Barat.

Nasrallah, Direktur Pengawasan Layanan Keuangan (OJK)

Untuk alasan ini, perlu untuk menentukan ketentuan kontrak asuransi di industri asuransi yang disebut asuransi. Kemenangan terus menghindari perselisihan asuransi. Semua polis asuransi harus dihormati dan diterapkan sesuai dengan fungsinya.

Dalam industri asuransi saat ini, banyak pemain yang tidak diasuransikan terluka, terutama agen yang menipu pelanggan potensial. Akibatnya, konsumen asuransi tidak dapat menggigit jari mereka hanya karena hak-hak mereka tidak mencakup asuransi. Ini terjadi ketika banyak kasus asuransi diadili di pengadilan. “

Suasana simposium

Mahasiswa dengan gelar hukum Isa Ungul diharapkan untuk mengambil berbagai perspektif baru tentang kejahatan di industri asuransi. Kami berharap seminar ini akan memberikan siswa dengan perspektif hukum tentang berbagai masalah di industri asuransi, bagaimana menyelesaikannya dan bagaimana cara menghindari kejahatan dalam asuransi.

Pada Juni 2019, Majelis Umum Asuransi Indonesia (AAUI) telah mengumumkan penilaian total 39.950 miliar rubel untuk total pendapatan asuransi di sektor asuransi. Pada Juni 2019. Ini adalah peningkatan 33,31 triliun rubel (20,6%) secara tahunan.

Asosiasi ini tumbuh dalam jumlah ganda, tetapi akan terus mempertahankan pendapatan yang diproyeksikan sebesar 10% sepanjang 2019. Dudi Ahmed Sudiyar Dalamanth, CEO Universitas Pangeran Muhammad bin Fahd, mengatakan bahwa total pertumbuhan premi setidaknya 10%. Optimis yang dapat mencapai tujuan ini.

Untuk asuransi jiwa, masih ada tantangan dalam cara mengelola bisnis asuransi secara lebih efisien. Dengan kata lain, premi akan lebih tinggi, tetapi jumlah yang akan dikumpulkan akan lebih kecil. Kedua, cara untuk menyederhanakan biaya tidak lagi tergantung pada biaya pembelian, tetapi lebih pada layanan yang disediakan oleh industri, “kata Dudi di Jakarta pada hari Selasa.

Tetapi Dodi percaya bahwa garis atas dapat terus menyamai laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain itu, sektor jasa di Indonesia telah berkembang secara signifikan. Demikian juga, dukungan pemerintah untuk produk CPO dan asuransi batu bara asing yang mendukung ekspor Indonesia mendorong prioritas nasional.

Namun, ia mengakui bahwa pada paruh kedua tahun 2019, asuransi umum akan mendominasi asuransi mobil dan properti, yang merupakan 50% dari total pendapatan premi. Selain itu, asuransi kredit dapat tumbuh seiring investasi tumbuh.

Leave a Reply